Kamis, 01 September 2016



Memilih Idola Sejati
“kau bidadari jatuh dari surga dihadapanku ea…”
 Waah pasti tau kan lirik lagu siapa?, kog tau ? ya tentu lah, apalagi Tapasya di Uttaran ? So pasti, Tau lah… Pemain Boy di Anak Jalanan? Pemain Erick di Mermaid in Love? weh weh.. Yang tau angkat tangan! Ye, Semua pada angkat tangan untuk menjawab, sabar...sabar!
Coba sekarang saya  tanya,  siapa pemuda yang menjadi panglima termuda  Roma?
Lalu siapa dua cucu Rasulullah yang kelak akan menjadi pemimpin para remaja di surga?
Shohabiyah penghafal 2000 hadist?
Lho kok diam?
Ye…. Pasti kamu pada glagapan kan untuk menjawab itu semua khan?
Kenapa yak?
Miris ya melihat diri kita! Kita lebih suka dengan idola-idola dunia dari pada kisah Rasulullah dan para sahabatnya.
Rasulullah di gantikan Steven William, Muhammad Al Fatih digantikan Superman, Usamah bin Zaid digantikan Batman, parah! Kita lebih dekat dengan para idola itu daripada idola sejati yang akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan yang hakiki dunia akhirat!
Kalau mereka bukan idola sejati berarti apa dong?
Idola khayali! Yup tepat sekali
Karena mereka hanya di film-film, bukan di alam nyata sob!
Lihatlah Batman, The Flash, Superman, Iron Man…
Mereka ada di dunia nyata? Tidak, mereka hanya fiksi kan!
Lebih parah lagi pengorbanan mereka didasari karena dendam, masak?
Iya! Lihat Spiderman bagaimana ia ingin tahu pembunuh pamannya, The Flash ia ingin membalas siapa pembunuh ibunya, begitu juga Superman dan Iron Man.
Padahal, walaupun laki-laki seharusnya juga pemaaf kan?
Berbeda sekali dengan kisah para pahlawan islam. Mereka berjuang menyelamatkan para manusia karena Allah, karena mereka sayang kepada kaum muslimin kerena Allah SWT.
Itulah pahlawan sejati!
So, mana yang kamu pilih? Pahlawan sejati or pahlawan khayali. Jangan sampai kita tercekoki degan budaya-budaya barat, masuk ke dalam perangkap mereka, ngefans kepada seseorang yang benar-benar tidak mulia, rendah, ingat mereka itu orang-orang kafir!, kita lebih baik dong dari mereka! Aku? Iya kamu!
Katika kita ngafans kepada mereka, cinta terlebih bangga, wah kita pun dengan mudah menerina pemikiran dan gaya hidup orang-orang barat tidak hanya lagi remaja kita bnyak yang pacaran, siapa yang dicontoh? Ya artis-artis cemen itu! Tak heran kota kita, banyak yang MBA alias Married By Accident alias tek dung duluan, plus narkoba, gaya hidup bebas mengumbar nafsu, menjadikan dunia untuk senang-senang semata.
Ah… aku tak mau!
Aku adalah muslim, yes betul kita adalah seorang muslim yang sepatutnya idola kita adalah para pejuang islam, ilmuan islam, dan remaja-remaja mulia islam. Buanyak kok para pejuang islam tinggal pilih! Idola kau memang mempesona, tapi ku memilih pahlawan sejati, bukan pahlawan khayali J
#Peson IdolaRemaja
#PahlawanSejatiOrPahlawanKhayali
#PilihPilih

Sabtu, 27 Agustus 2016



 (Puisi)
Khilafah Melindungi dan Mensejahterakan Ibu

Mari beranjang sana
Kepada Rasul kita
Rasulullah Muhammad SAW
Manusia pilihan
Dan utusan Allah SWT
Bagaimana Rasul melindungi para Ibu
Memuliakan para Ibu
Mendudukkan para Ibu pada tempat yang mulia dan terhormat
Di masa Rasulullah, ketika seorang perempuan dibuka aurotnya oleh yahudi bani Qoinuqa’
Sehingga yahudi tertawa terpingkal-pingkal karenanya
Rasul mengirimkan pasukan untuk mengepung orang kafir yahudi itu setengah bulan lamanya
Inilah bukti
Bukti, Islam sangat menjaga dan menghormati Ibu
Penjagaan itu dilanjutakan melalui tangan-tangan  pelindung atau perisai umat
Yang menjadikan Rasul sebagai teladannnya
Abu Bakar ash- Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Kholifah-Kholifah setelah mereka
Seperti Kholifah Mu’tashim Billah
Yang menjawab panggilan seorang budak muslimah di Umuriyah, yang dilecehkan oleh orang Romawi
Kholifah pun  mengirimkan puluhan ribu Pasukan dengan barisan tentara yang panjangnya tidak putus dari  gerbang istana Kholifah di Baghdad sampai kota Umuriyah di Turki

Pun Kholifah Umar bin Khattab
Yang tak segan keluar masuk kampung untuk mengetahui kabar rakyatnya
Pada Suatu malam, saat mengunjungi perkampungan terpencil yang berada  di tengah gurun yang sepi
Ditemuinya seorang janda miskin yang memasak batu demi meredakan tangisan anak-anaknya, Kholifah Umar pun menangis menyaksikan rakyatnya kelaparan. Ia pun bergegas kembali ke Madinah mengambil gandum dan dipikulkan dengan  tangannya sendiri
Sungguh, Islam menjamin kebutuhan pokok dengan kebijakan ekonomi kholifah yang berdasarkan syariat Islam
Yang akan mengelola harta milik umum dan negara secara mandiri
Sehingga muslimah di kala itu tidak terbebani hidupnya untuk bekerja untuk menafkahi dirinya sendiri seperti  saat ini
Ya Rasulullah
Bahkan, Engkau pun menyediakan waktu untuk mendidik para ibu, sehingga mereka berilmu
Islam mencetak para ibu, sehingga mampu melehirkan generasi cemerlang, hingga terlahirlah para fuqoha’, ilmuan,seperti Imam Syafi’I, Ibnu Sina, dan Ar Rozi
Begitulah penjagaan Islam akan pentingnya peran keibuan bagi perempuan sebagai kewajibannya sebagai istri dan ibu generasi
Sebuah status mulia yang diberikan Allah kepadanya sebagai tiang negara
Di tangannyalah estafet generasi berikutnya dipertaruhkan
Kebanggaan menjadi  seorang istri dan ibu menghujam kuat dalam dirinya
Kalaupun bekerja bukan ia lakukan  semata-mata karena bukan karena ekonomi, tapi untuk berkarya untuk bermanfaat bagi masyarakat
Namun, wahai Rasul, inilah keadaan kami hari ini..
Ketika Syariat Islam mulai ditinggalkan
Sehingga kekuatan Islam mengendur dan akhirnya hilang
dan Khilafah diruntuhkan
Berganti dengan peradaban system kapitalisme perusak yang membawa kerusakan bagi para Ibu
Kita Hidup terhina di bawah aturan kapitalisme
Para pemimpin tidak ada yang melindungi kita
Tidak ada perisai umat
Negara berlepas tangan, tidak peduli
Dan membiarkan para ibu untuk bekerja memenuhi kebutuhan sendiri

Di krisis Ekonomi Kapitalisme
Menyebabkan bartambahnya angka kemiskinan dunia
Masyarakat semakin tercekik dan menjerit
Kondisi ini pula menyebabkan para ibu harus menghadapi kehidupan yang sulit dan keras
dan terpaksa bekerja
Untuk turut menanggung  perekonomian keluarga
Dengan bekerja membanting tulang menjadi buruh
Meninggalkan anak dan suaminya ke negeri yang jauh demi bekerja
Tanpa perlindungan dan penjagaan atas kehormatannya
Bahkan ada wanita yang giat bekerja demi sebuah nilai materialisme
Mereka tidak sadar bahwa sebenarnya mereka adalah objek eksploitasi untuk bisnis orang-orang kafir dan pencetak uang
Perempuan saat ini daanggap seperti barang komoditas
yang layak untuk diperjual belikan
Bukan sebagai manusia yang harus dilindungi dan dijaga


Ya Rasulullah, inilah kondisi kita saat ini
 Wahai para ibu, inilah kondisi saat ini
Tidak ada perisai yang melindungi kita
Tidak ada penjaga kehormatan kita
Akankah kita keluar dari carut marut kondisi ini?
Bukankah kita adalah manusia yang patut diperlakukan selayaknya manusia
bukan sebagai barang komoditas?
Tidakkah kita rindu terhadap kehidupan yang penuh kedaimain dan kebahagiaan
Di mana anak-anak dan keluarga kita dapat tersenyum dengan indah
Karena keindahan penerapan aturan dari Sang Pencipta Alam Semesta
Allah SWT

Bukankah kita merindukan seorang pemimpin yang menyayangi kita
Adalah Khilafah dengan Kholifahnya yang akan mengangkat beban berat yang kita pikul saat ini
Adalah Khilafah, yang mendudukkan para wanita sesuai fitrahnya menjadi ibu generasi yang utama
Khilafah yang menjaga dan menghormati Ibu
Khilafah yang melindungi Ibu dari kemiskinan dan eksploitasi
Khilafah melindungi dan mensejahterakan para ibu
Allahu akbar!

                                                              






PUISI RAMADHANRamadhan, It’s Time For My Change

Ooh Ramadhan
Setelah lama ditunggu dan di rindu
Kini ku telah berada di bulan Ramadhan
Terima kasih, Ya Allah yang telah mengabulkan doaku
Menyampaikan umurku sampai di bulan Ramadhan
Memperoleh hadiah –hadiah pahala di bulan Ramadhan

Ahlan wa sahlan ya Ramadhan
Selamat datang di bulan Ramadhan
Inilah Bulan yang mulia
Syahrul Qur’an, Bulan al Quran
Syahrul Maghfiroh, Bulan ampunan

Ya Allah, Di usia ku saat ini
Sudah beberapa kali aku berpuasa
Tetapi tidak menjadikan ku berubah
Alquran senantiasa dibaca dan dibaca
Tapi pengamalannya ditinggalkan tanpa guna
Bulan yang penuh dengan obral pahala
Tapi, tetap panen dosa
Ya Allah
Katanya di bulan Ramadhan
Diperoleh banyak kemenangan
Di mana para sahabat tetap perkasa dalam berjuang
Tapi, tetap saja puasa dijadikan pembenaran
Untuk  bermalasan dan bersantai
Ya Allah aku merindukan saat para sahabat berpuasa
Di saat al Quran diamalkan dan diterapkan
Aku rindu Ya Allah
Maka inilah  saatnya
aku harus berubah
Berubah menjadi pribadi yang lebih baik
Menjadi seperti  sosok sahabat yang bersungguh-sungguh dan berjuang
Mengkaji dan mendakwahkan Islam sehingga Al-Quran bisa diamalkan
Maka saatnyalah aku berubah
menjadi remaja militan pejuang Islam
Ramandhan, it’s time for my change