(Puisi)
Khilafah Melindungi dan Mensejahterakan Ibu
Mari beranjang sana
Kepada Rasul kita
Rasulullah Muhammad SAW
Manusia pilihan
Dan utusan Allah SWT
Bagaimana Rasul melindungi para Ibu
Memuliakan para Ibu
Mendudukkan para Ibu pada tempat
yang mulia dan terhormat
Di masa Rasulullah, ketika seorang perempuan dibuka aurotnya oleh yahudi
bani Qoinuqa’
Sehingga yahudi tertawa terpingkal-pingkal karenanya
Rasul mengirimkan pasukan untuk mengepung orang
kafir yahudi itu setengah bulan lamanya
Inilah bukti
Bukti, Islam sangat menjaga dan
menghormati Ibu
Penjagaan itu dilanjutakan melalui
tangan-tangan pelindung atau perisai umat
Yang menjadikan Rasul sebagai
teladannnya
Abu Bakar
ash-
Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Kholifah-Kholifah
setelah mereka
Seperti Kholifah Mu’tashim Billah
Yang menjawab panggilan seorang budak muslimah di Umuriyah, yang dilecehkan
oleh orang Romawi
Kholifah pun mengirimkan puluhan
ribu Pasukan dengan barisan tentara yang panjangnya tidak putus dari gerbang istana Kholifah di Baghdad sampai kota
Umuriyah di Turki
Pun Kholifah Umar bin Khattab
Yang tak segan keluar masuk kampung untuk mengetahui kabar rakyatnya
Pada Suatu malam, saat mengunjungi perkampungan terpencil yang berada di tengah gurun yang sepi
Ditemuinya seorang
janda miskin yang memasak batu demi meredakan
tangisan anak-anaknya, Kholifah Umar pun menangis menyaksikan rakyatnya
kelaparan. Ia pun bergegas kembali ke Madinah mengambil gandum dan dipikulkan dengan tangannya sendiri
Sungguh, Islam menjamin kebutuhan
pokok dengan kebijakan
ekonomi kholifah yang berdasarkan syariat Islam
Yang akan mengelola harta milik umum dan negara secara mandiri
Sehingga muslimah di kala itu tidak terbebani hidupnya untuk bekerja untuk
menafkahi dirinya sendiri seperti saat ini
Ya Rasulullah
Bahkan, Engkau pun menyediakan waktu untuk mendidik para ibu, sehingga
mereka berilmu
Islam mencetak para ibu, sehingga mampu melehirkan
generasi cemerlang, hingga terlahirlah para fuqoha’, ilmuan,seperti Imam
Syafi’I, Ibnu Sina, dan Ar Rozi
Begitulah penjagaan Islam akan pentingnya
peran keibuan bagi perempuan sebagai kewajibannya sebagai istri dan ibu generasi
Sebuah status mulia yang diberikan Allah kepadanya sebagai tiang
negara
Di tangannyalah estafet generasi berikutnya dipertaruhkan
Kebanggaan menjadi seorang
istri dan ibu menghujam kuat dalam dirinya
Kalaupun bekerja bukan ia lakukan semata-mata karena bukan karena ekonomi, tapi
untuk berkarya untuk bermanfaat bagi masyarakat
Namun, wahai Rasul, inilah keadaan kami hari
ini..
Ketika Syariat Islam mulai ditinggalkan
Sehingga kekuatan Islam mengendur dan akhirnya hilang
dan Khilafah diruntuhkan
Berganti dengan peradaban system kapitalisme perusak yang membawa
kerusakan bagi para Ibu
Kita Hidup terhina di bawah aturan kapitalisme
Para pemimpin tidak ada yang melindungi kita
Tidak ada perisai umat
Negara berlepas tangan, tidak peduli
Dan membiarkan para ibu untuk
bekerja memenuhi kebutuhan sendiri
Di krisis Ekonomi Kapitalisme
Menyebabkan bartambahnya
angka kemiskinan dunia
Masyarakat semakin tercekik dan
menjerit
Kondisi ini pula menyebabkan para
ibu harus
menghadapi kehidupan yang sulit dan keras
dan terpaksa bekerja
Untuk turut menanggung perekonomian
keluarga
Dengan bekerja membanting tulang menjadi buruh
Meninggalkan anak dan suaminya ke
negeri yang jauh demi bekerja
Tanpa perlindungan dan penjagaan
atas kehormatannya
Bahkan ada wanita yang giat bekerja
demi sebuah nilai materialisme
Mereka tidak sadar bahwa sebenarnya mereka adalah objek eksploitasi untuk bisnis orang-orang kafir dan pencetak uang
Perempuan saat ini daanggap seperti barang komoditas
yang layak untuk diperjual belikan
Bukan sebagai manusia yang harus dilindungi
dan dijaga
Ya Rasulullah, inilah kondisi kita
saat ini
Wahai para ibu, inilah kondisi saat ini
Tidak ada perisai yang melindungi
kita
Tidak ada penjaga kehormatan kita
Akankah kita keluar dari carut marut
kondisi ini?
Bukankah kita adalah manusia yang
patut diperlakukan selayaknya manusia
bukan sebagai barang komoditas?
Tidakkah kita rindu terhadap
kehidupan yang penuh kedaimain dan kebahagiaan
Di mana anak-anak dan keluarga kita
dapat tersenyum dengan indah
Karena keindahan penerapan aturan
dari Sang Pencipta Alam Semesta
Allah SWT
Bukankah kita merindukan seorang pemimpin
yang menyayangi kita
Adalah Khilafah dengan Kholifahnya
yang akan mengangkat beban berat yang kita pikul saat ini
Adalah Khilafah, yang mendudukkan
para wanita sesuai fitrahnya menjadi ibu generasi yang utama
Khilafah yang menjaga dan
menghormati Ibu
Khilafah yang melindungi Ibu dari
kemiskinan dan eksploitasi
Khilafah melindungi dan
mensejahterakan para ibu
Allahu akbar!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar