Sabtu, 27 Agustus 2016



 (Puisi)
Khilafah Melindungi dan Mensejahterakan Ibu

Mari beranjang sana
Kepada Rasul kita
Rasulullah Muhammad SAW
Manusia pilihan
Dan utusan Allah SWT
Bagaimana Rasul melindungi para Ibu
Memuliakan para Ibu
Mendudukkan para Ibu pada tempat yang mulia dan terhormat
Di masa Rasulullah, ketika seorang perempuan dibuka aurotnya oleh yahudi bani Qoinuqa’
Sehingga yahudi tertawa terpingkal-pingkal karenanya
Rasul mengirimkan pasukan untuk mengepung orang kafir yahudi itu setengah bulan lamanya
Inilah bukti
Bukti, Islam sangat menjaga dan menghormati Ibu
Penjagaan itu dilanjutakan melalui tangan-tangan  pelindung atau perisai umat
Yang menjadikan Rasul sebagai teladannnya
Abu Bakar ash- Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Kholifah-Kholifah setelah mereka
Seperti Kholifah Mu’tashim Billah
Yang menjawab panggilan seorang budak muslimah di Umuriyah, yang dilecehkan oleh orang Romawi
Kholifah pun  mengirimkan puluhan ribu Pasukan dengan barisan tentara yang panjangnya tidak putus dari  gerbang istana Kholifah di Baghdad sampai kota Umuriyah di Turki

Pun Kholifah Umar bin Khattab
Yang tak segan keluar masuk kampung untuk mengetahui kabar rakyatnya
Pada Suatu malam, saat mengunjungi perkampungan terpencil yang berada  di tengah gurun yang sepi
Ditemuinya seorang janda miskin yang memasak batu demi meredakan tangisan anak-anaknya, Kholifah Umar pun menangis menyaksikan rakyatnya kelaparan. Ia pun bergegas kembali ke Madinah mengambil gandum dan dipikulkan dengan  tangannya sendiri
Sungguh, Islam menjamin kebutuhan pokok dengan kebijakan ekonomi kholifah yang berdasarkan syariat Islam
Yang akan mengelola harta milik umum dan negara secara mandiri
Sehingga muslimah di kala itu tidak terbebani hidupnya untuk bekerja untuk menafkahi dirinya sendiri seperti  saat ini
Ya Rasulullah
Bahkan, Engkau pun menyediakan waktu untuk mendidik para ibu, sehingga mereka berilmu
Islam mencetak para ibu, sehingga mampu melehirkan generasi cemerlang, hingga terlahirlah para fuqoha’, ilmuan,seperti Imam Syafi’I, Ibnu Sina, dan Ar Rozi
Begitulah penjagaan Islam akan pentingnya peran keibuan bagi perempuan sebagai kewajibannya sebagai istri dan ibu generasi
Sebuah status mulia yang diberikan Allah kepadanya sebagai tiang negara
Di tangannyalah estafet generasi berikutnya dipertaruhkan
Kebanggaan menjadi  seorang istri dan ibu menghujam kuat dalam dirinya
Kalaupun bekerja bukan ia lakukan  semata-mata karena bukan karena ekonomi, tapi untuk berkarya untuk bermanfaat bagi masyarakat
Namun, wahai Rasul, inilah keadaan kami hari ini..
Ketika Syariat Islam mulai ditinggalkan
Sehingga kekuatan Islam mengendur dan akhirnya hilang
dan Khilafah diruntuhkan
Berganti dengan peradaban system kapitalisme perusak yang membawa kerusakan bagi para Ibu
Kita Hidup terhina di bawah aturan kapitalisme
Para pemimpin tidak ada yang melindungi kita
Tidak ada perisai umat
Negara berlepas tangan, tidak peduli
Dan membiarkan para ibu untuk bekerja memenuhi kebutuhan sendiri

Di krisis Ekonomi Kapitalisme
Menyebabkan bartambahnya angka kemiskinan dunia
Masyarakat semakin tercekik dan menjerit
Kondisi ini pula menyebabkan para ibu harus menghadapi kehidupan yang sulit dan keras
dan terpaksa bekerja
Untuk turut menanggung  perekonomian keluarga
Dengan bekerja membanting tulang menjadi buruh
Meninggalkan anak dan suaminya ke negeri yang jauh demi bekerja
Tanpa perlindungan dan penjagaan atas kehormatannya
Bahkan ada wanita yang giat bekerja demi sebuah nilai materialisme
Mereka tidak sadar bahwa sebenarnya mereka adalah objek eksploitasi untuk bisnis orang-orang kafir dan pencetak uang
Perempuan saat ini daanggap seperti barang komoditas
yang layak untuk diperjual belikan
Bukan sebagai manusia yang harus dilindungi dan dijaga


Ya Rasulullah, inilah kondisi kita saat ini
 Wahai para ibu, inilah kondisi saat ini
Tidak ada perisai yang melindungi kita
Tidak ada penjaga kehormatan kita
Akankah kita keluar dari carut marut kondisi ini?
Bukankah kita adalah manusia yang patut diperlakukan selayaknya manusia
bukan sebagai barang komoditas?
Tidakkah kita rindu terhadap kehidupan yang penuh kedaimain dan kebahagiaan
Di mana anak-anak dan keluarga kita dapat tersenyum dengan indah
Karena keindahan penerapan aturan dari Sang Pencipta Alam Semesta
Allah SWT

Bukankah kita merindukan seorang pemimpin yang menyayangi kita
Adalah Khilafah dengan Kholifahnya yang akan mengangkat beban berat yang kita pikul saat ini
Adalah Khilafah, yang mendudukkan para wanita sesuai fitrahnya menjadi ibu generasi yang utama
Khilafah yang menjaga dan menghormati Ibu
Khilafah yang melindungi Ibu dari kemiskinan dan eksploitasi
Khilafah melindungi dan mensejahterakan para ibu
Allahu akbar!

                                                              




Tidak ada komentar:

Posting Komentar